Kabar Viral Indonesia, Cepat dan Terpercaya
Iklan
Viral

Kakek 70 Tahun di Solo Jago Skateboard dan Viral di TikTok

Seorang kakek 70 tahun di Solo jadi perbincangan setelah videonya bermain skateboard ramai di TikTok. Netizen memuji kelincahan dan semangatnya, sekaligus mengakui mereka sendiri sering menunda hal baru. Ada pelajaran kecil yang bisa dibawa pulang.

Kakek 70 Tahun di Solo Jago Skateboard dan Viral di TikTok

Sebuah video di TikTok memperlihatkan seorang kakek berusia 70 tahun di Solo sedang bermain skateboard. Ia berdiri di atas papan, meluncur pelan, menekuk lutut saat melewati permukaan yang tidak rata, dan menjaga keseimbangan tanpa terlihat ragu. Tidak ada trik akrobatik, tidak ada lompatan. Tapi videonya ramai, dan kolom komentarnya dipenuhi pujian.

Yang menarik bukan cuma aksinya. Yang menarik adalah reaksi orang-orang yang menontonnya. Banyak netizen mengaku kalah energik, sebagian bertanya bagaimana kakek itu bisa menjaga keseimbangan sebaik itu, dan tidak sedikit yang menulis bahwa mereka jadi ingin mencoba hal yang selama ini ditunda.

Skateboard Bukan Cuma Papan untuk Anak Muda

Skateboard sering dianggap milik remaja: papan, sepatu, musik keras, dan keberanian untuk jatuh berulang kali. Anggapan itu tidak sepenuhnya salah, tapi juga tidak lengkap. Skateboard pada dasarnya soal keseimbangan, koordinasi, dan kemauan mengambil risiko kecil. Tiga hal itu tidak hilang begitu seseorang melewati usia 40 atau 60.

Iklan

Yang berubah biasanya bukan kemampuan, melainkan keberanian untuk terlihat canggung di depan orang lain. Orang dewasa cenderung menahan diri mencoba hal baru karena takut dinilai. Anak-anak tidak punya beban itu. Kakek di Solo ini, entah sadar atau tidak, sedang menunjukkan bahwa beban itu bisa dilepas.

Perlu dicatat, bermain skateboard di usia lanjut bukan hal yang bisa dilakukan semua orang tanpa persiapan. Risiko jatuh tetap ada, dan jatuh di usia 70 jauh lebih berbahaya daripada jatuh di usia 17. Tapi perbedaan itu justru membuat aksinya terasa lebih bermakna, bukan lebih sepele.

Apa yang Sebenarnya Dipuji Netizen

Baca komentarnya satu per satu, dan pola pujiannya cukup jelas. Netizen tidak hanya memuji kemampuan teknisnya. Mereka memuji hal yang lebih sulit diukur: kemauan untuk tetap bergerak.

  • Semangat — banyak yang menyebut usia bukan alasan berhenti mencoba hal baru.
  • Kelincahan — keseimbangan dan keluwesan tubuh yang jarang diasosiasikan dengan usia 70.
  • Keberanian — mau terlihat salah tempat di tengah komunitas yang didominasi anak muda.
  • Kegembiraan — ekspresi yang terlihat menikmati, bukan sedang membuktikan sesuatu.

Poin terakhir itu yang paling sering luput. Video semacam ini jadi menyenangkan bukan karena kakek itu ingin viral, tapi karena ia jelas sedang senang. Penonton bisa merasakan bedanya, dan itu yang membuat mereka berhenti menggulir layar.

Menjaga Keseimbangan Seiring Bertambahnya Usia

Keseimbangan adalah kemampuan yang perlahan menurun kalau tidak dilatih. Otot kaki melemah, refleks melambat, dan rasa percaya pada tubuh sendiri berkurang. Karena itu aktivitas seperti berdiri satu kaki, berjalan di permukaan tidak rata, atau olahraga ringan yang menuntut koordinasi sering dianjurkan untuk orang lanjut usia.

Skateboard, dalam hal ini, adalah versi ekstrem dari latihan keseimbangan. Tidak perlu sejauh itu. Berjalan kaki rutin, senam ringan, tai chi, atau sekadar naik turun tangga dengan hati-hati sudah membantu. Yang penting bukan jenis olahraganya, tapi kebiasaan untuk terus bergerak dan tidak membiarkan tubuh dipensiunkan lebih cepat dari pemiliknya.

Ada satu hal yang sering dilupakan: latihan keseimbangan juga melatih keberanian. Semakin sering tubuh membuktikan bahwa ia masih bisa, semakin kecil rasa takut untuk mencoba hal lain di luar urusan olahraga.

Pelajaran Kecil untuk yang Sering Menunda

Kisah seperti ini biasanya dikonsumsi sebagai hiburan singkat, lalu dilupakan. Padahal ada satu hal yang bisa dibawa pulang.

Kebanyakan dari kita menunda hal baru dengan alasan yang sama: belum siap, belum cukup waktu, nanti kalau kondisi sudah mendukung. Alasan itu terus bergeser, dan hasilnya tidak ada yang benar-benar dimulai. Kakek di Solo itu tidak menunggu kondisi ideal. Ia naik papan, lalu belajar dari sana.

Itu tidak berarti semua orang harus beli skateboard besok. Lebih masuk akal kalau kita membaca pesannya sebagai ajakan mencoba sesuatu yang kecil dan selama ini ditunda: kursus, olahraga pagi, atau hobi lama yang dulu ditinggalkan begitu saja.

Kalau Ingin Mulai di Usia Lanjut, Mulai dari yang Aman

Antusiasme perlu ditemani kewaspadaan, terutama kalau usia sudah tidak muda lagi. Beberapa hal sederhana yang masuk akal dilakukan sebelum mencoba olahraga baru:

  • Konsultasi dulu dengan dokter, apalagi kalau punya riwayat masalah jantung, sendi, atau pernah jatuh serius.
  • Latih keseimbangan lebih dulu lewat aktivitas berdampak rendah, seperti jalan cepat atau berdiri satu kaki.
  • Pakai perlindungan. Helm, pelindung lutut, dan siku bukan hal yang memalukan.
  • Pilih tempat yang permukaannya rata dan sepi, jauh dari lalu lintas kendaraan.
  • Belajar dari orang yang berpengalaman, bukan hanya dari video berdurasi 15 detik.

Untuk skateboard khususnya, papan yang lebih lebar dan stabil biasanya lebih ramah untuk pemula. Berlatih di rumput atau permukaan lunak juga jauh lebih aman pada tahap awal, sebelum mencoba aspal.

Yang Bikin Video Ini Bertahan di Ingatan

Setiap minggu ada saja video viral yang muncul dan tenggelam. Kebanyakan menghibur sebentar, lalu hilang. Video kakek di Solo ini punya peluang bertahan lebih lama karena menyentuh sesuatu yang cukup universal: ketakutan kita sendiri untuk terlihat pemula.

Kita hidup dalam budaya yang sangat menghargai hasil akhir. Pekerjaan, penampilan, pencapaian. Proses mencoba dan gagal jarang dirayakan, apalagi kalau pelakunya sudah berusia lanjut. Karena itu, pemandangan seorang kakek yang santai berdiri di atas skateboard terasa seperti koreksi kecil terhadap cara kita menilai orang.

Tidak ada yang perlu disimpulkan secara berlebihan dari sebuah video pendek. Tapi kalau setelah menontonnya ada satu hal yang akhirnya kamu mulai, entah itu olahraga pagi atau hobi yang lama tertunda, video itu sudah melakukan tugasnya.

Dan soal kakek di Solo itu, ia mungkin tidak sedang mencoba mengajarkan apa pun. Ia hanya sedang bermain. Kadang cara mengajar yang paling efektif memang begitu.

Iklan

Artikel Lainnya